kepastian?

Sudah keberapa kalinya aku memohon kamu untuk sebuah kepastian? Entah kenapa ketidakpastian itu pernyataan-pernyataan umum yang selalu kau balas dengan pertanyaan baru. Kau selalu tak pernah memberiku kesempatan untuk di beri kebebasan, sampai kapan aku menggantung dalam ketidakjelasan yang selalu saja kau elak dengan semena-mena? Apa kau akan selamanya seperti ini?
Apa aku selamanya tidak di beri kepantasan untuk sekedar melukis senyumanku sendiri?

Aku tau aku pernah melakukan kesalahan, dan menyianyiakan kesempatan keduamu, cukupkan hukumanku tuan, aku lelah dengan segala tuduhan tak jelas dari jaksa yang sudah pasti hatimu itu. Aku tau, aku hanya sebuah kertas putih yang selalu siap kamu robek, kamu hancurkan, kamu buang, kamu coret-coret sesukamu. Kurang apa lagi hukuman yang kamu beri? Harus berapa kali aku di sidang dengan segala macam pertanyaan busuk itu? Aku selalu mengakui semua kesalahanku, yang meskipun kadang aku tidak melakukan itu?

Sudahi hukumanku tuan, aku bosan.
Pulanglah, aku ini rumahmu, aku lelah.


Comments