Pergilah! kamu selalu buat otakku lelah!

"pergilah.. Hilanglah.." sudah ke ratusan kalinya saya berdiplomasi seperti itu dengan hati, otak saya pasti tetap bersikeras untuk menghapus apa-apa yang tentang kamu..
Dia bekerja ekstra untuk usahaku kali ini, bekerja jauh lebih keras, otakku seperti kerja rodi setiap waktunya..
Waktu selalu bekonspirasi jauh lebih keras meski hanya beberapa kali, namun hati tak selamanya menang berdiplomasi dengan keadaan. Hati ini selalu bising berdebat dengan fikiran ketika sosokmu itu datang dan tersenyum seperti biasa, apa apa yang selalu tentang kamu sama seperti angin pada musim kemarau, kering, namun melegakan, sama seperti denting piano yang selalu aku cintai setiap solmisasi oktafnya, dan ketika aku menatap mata coklat di balik lensa minus dua itu, hati ini di vonis habis-habisan oleh kenyataan ketika aku melihat ternyata kau dengan seseorang yang cintanya tak lebih besar daripada aku.. :')

Comments