3 tahun lalu..
24 Februari 2010 Hari ini kamu menatapku dengan mata yang berseri-seri, hujan rintik-rintik tak memadamkan api semangatku untuk tetap di dekatmu, mata sipitmu yang begitu lucu ketika kau tertawa, tubuh besarmu yang sangat identik dengan seorang pemain basket pada umumnya, membuat sosokku sedikit tenggelam di belakangmu. Hujan pun mendadak semakin deras membasahi kita, aku menggigil di belakangmu kala itu, kamu meraih tanganku, merengkuhnya perlahan, usahamu sukses untuk menenangkan dan menghangatkanku. Sesampai di rumah, kamu lagi-lagi menanyakan pertanyaan itu , seharusnya kamu tau setiap pertanyaan yang kamu lontarkan "apa harapanmu tahun ini?" aku ingin cepat-cepat menjawab "kamu". Hari demi haru bahkan lewat dari 12 bulan harusnya kamu tau, kamu tersusun lebih dari jutaan virus flu yang sempat menyerangku berkali-kali. Harusnya kamu sadar, kalo saya bisa memilih, saya meminta Tuhan untuk memiliki rumah yang bersebelahan dengan rumahmu, agar aku tak merasakan r...